5 Rekomendasi Kuliner Enak di Kota Medan

5 Rekomendasi Kuliner Enak di Kota Medan

Kwetiau Ateng

Medan merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara, sekaligus kota terbesar ketiga di Indonesia. Selain panorama alam yang indah, Medan juga juga terkenal dengan makanannya yang enak. Para pecinta kuliner pun juga bakal menemukan masakan lezat yang sudah ada sejak puluhan tahun lamanya. Berikut ini adalah 5 rekomendasi kuliner enak yang ada dikota Medan.

1. Soto Kesawan
Tjong A Fie Mansion merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Medan. Saat berkunjung ke sini, mampirlah ke Warung Soto Kesawan yang berada tak jauh dari sini. Sesuai dengan namanya, menu yang ditawarkan di sini adalah soto dengan kuah gurih yang menggiurkan. Isian dari udang, paru kering, daging sapi serta ayam kampung memiliki tekstur empuk yang mudah dikunyah. Campuran rempah yang kuat membuat sajian ini pas disantap sore hari.

2. Mie Aceh Titi Bobrok
Mie Aceh tak hanya kondang di kampung halamannya, tapi juga menjadi kuliner di Medan yang terkenal. Salah satu yang mencuri perhatian banyak orang adalah Mie Aceh Titi Bobrok yang terletak di Jalan Setia Budi No.17 D. Tak hanya rempah yang menyatu dengan mie, kepiting yang jadi topping-nya pun berukuran jumbo. Tentu puas banget makan di warung ini.

3. Kwetiau Ateng
Kwetiau goreng menjadi menu kuliner di Medan yang paling banyak ditemukan. Rasanya sedap apalagi digoreng dengan campuran udang. Nah, kamu yang hobi makan kwetiau, mampirlah ke Warung Kwetiau Ahong di Jalan Sumatera. Hingga artikel ini ditulis, harga seporsi kwetiau goreng di sini hanya Rp26.000. Ada juga menu lain yang tak kalah menggugah selera.

4. Sate Memeng
Kuliner di Medan memang tak pernah mengecewakan. Termasuk Sate Memeng yang sudah ada sejak tahun 1945 ini. Warung makan ini terletak di Jalan Irian Barat No.2, Gang Buntu, Kota Medan dan terkenal dengan ukuran daging sate yang besar. Meski ukurannya jumbo, kematangan sate ini merata hingga bagian terdalam. Belum lagi dengan saosnya yang menggunakan kuah sate Padang serta bumbu kacang. Enak banget!

5. Ucok Durian
Liburan ke Medan, tak lengkap jika belum mencoba durian di Kedai Ucok atau Pak Zainal Abidin. Kedainya terletak di Jalan KH Wahid Hasyim No 30-32 dan sudah terkenal di kalangan artis ibu kota hingga pejabat negara. Saking terkenalnya, Presiden Joko Widodo juga pernah mampir ke sini. Warung yang memiliki tagline ‘Belum ke Medan kalau tidak mampir ke Ucok Durian’ ini tak hanya menawarkan durian kupas, tapi juga pancake, durian beku, serta es krim durian. Rasanya nikmat dengan kualitas buah yang terbaik.

nah, itulah 5 Rekomendasi kuliner Medan yang terkenal akan kelezatannya versi daftarkulinerindonesia.

Mie Bangka, Sajian Olahan Mie yang beda dari Mie Lainya

Mie Bangka, Sajian Olahan Mie yang beda dari Mie Lainya

mie bangka

Ketika berkunjung ke Pulau Bangka, tentu saja tidak melulu menikmati wisata alamnya, terutama wisata pantai. Wisata kuliner juga patut dicoba terutama menikmati makanan lokal yang bisa membuat Anda kembali lagi. Mie Bangka salah satu makanan khas Pulau Bangka yang patut dicoba. Mie ini cukup terkenal di seluruh Indonesia terutama di kota-kota besar. Jika tak sedang melancong, mie Bangka sama seperti mie khas daerah lainnya, semisal mie Jogja dan mie Aceh yang sudah dibuka rumah makannya di banyak tempat luar daerah.

Mie Bangka sebenarnya tidak banyak berbeda dengan mie daerah khas lainnya. Beberapa yang membedakan pasti rasa dan bahan-bahan yang digunakan. Mie Bangka dikatakan sebagai mie ayamnya Pulau Bangka dengan taburan ayam atau daging lain. Meski mie Bangka sudah menjadi makanan khas, mie ini sebetulnya jenis makanan Hakka atau Khek. Makanan khas Tiongkok ini dibawa orang Han ke pulau yang dahulu kaya timah ini dan kemudian menyatu dengan selera kuliner setempat. Di Pulau Bangka, mie ini disebut dengan mien.

Orang Hakka tersebar dan berbaur dengan masyarakat Pulau Bangka. Selain di Bangka Belitung, tersebar juga di Kalimantan dan Pulau Jawa. Saat ini, mie Bangka dapat ditemukan diberbagai daerah terutama di kota-kota besar, seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Sumatera, dan lain-lain. Mie Bangka banyak dijual sebagai jajanan jalanan maupun dapat ditemukan di hotel dan restauran. Mie Bangka biasa disajikan dengan taburan potongan ayam kecap yang dicincang. Ada juga taburan babi cincang yang makan mie nonhalal. Selain itu, ada juga taburan khas lain seperti seafood dan baso ikan.

Penyebaran mie Bangka ke daerah-daerah lain kemudian membuat penyesuaian dengan lidah setempat. Di daerah asalnya, ada yang spesial yaitu campuran tahu kok atau tahu asli Bangka. Sayuran menjadi pelengkap seperti biasa terdapat pada mie ayam, ada campuran seperti daun bawang dan tauge. Mie Bangka biasa dinikmati saat tengah hari. Mie ini cocok untuk dijadikan santap siang. Ditambah, penjual mie Bangka seperti penjual mie ayam lainnya juga menyajikan banyak minuman untuk pelepas dahaga.

5 Kuliner Indonesia dari Olahan Mie yang Bikin Nagih

5 Kuliner Indonesia dari Olahan Mie yang Bikin Nagih

Mie Aceh

Indonesia selain dikenal sebagai negara yang kaya akan budayanya, juga dikenal sebagai surganya beragam makanan yang sayang banget buat dilewatkan. Bahkan masakan khas Nusantara tak hanya populer di negeri sendiri, tapi juga sudah menunjukkan taringnya hingga mancanegara. Contohnya seperti rendang yang mendapat gelar sebagai makanan terlezat di dunia. Hampir setiap daerah di Indonesia pasti memiliki kuliner khas. Bahkan kuliner khas tersebut sudah ada sejak puluhan tahun. Kelezatan dengan cita rasa khasnya berhasil eksis dan menjadi menu andalan di sejumlah warung makan di Tanah Air. Berikut ada 5 kuliner nusantara yang terbuat dari olahan mie yang tentunya sangat enak.

1. Mie Celor
Mie celor merupakan kuliner dari kota Palembang yang cukup terkenal. Dalam hidangan ini, mie disajikan dalam campuran kuah santan dan kaldu ebi atau udang kering, dicampurkan taoge dan disajikan bersama irisan telur rebus, ditaburi irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng. Sebagai pelengkap kadang juga ditambahkan pempek yang telah menjadi hidangan khas Palembang. Mie yang digunakan memiliki ukuran besar dan lurus, sekilas terlihat seperti pasta spaghetti. Rasa dari mie celor ini cenderung asin dan gurih, namun aroma dari udang dan telur dari mie celor cukup kuat. Biasanya mie celor ini disajikan bersama potongan telur rebus, serpihan daging udang/ sapi, dan taburan bawang goreng.

2. Mie Kocok
Hidangan berbahan mie yang satu ini dinamakan mie kocok karena saat proses penyajiannya makanan ini dikocok-kocok dalam wadah logam bolong-bolong bergagang, seraya mencelupkan mie ke dalam air panas. Mie kocok merupakan kuliner khas dari Bandung. Makanan yang satu ini terbuat dari mi kuning yang disajikan dalam kuah kaldu sapi kental, irisan kikil, taoge, bakso, jeruk nipis, dan ditaburi irisan daun bawang, dan bawang goreng. Dalam beberapa resep lain, terdapat beberapa variasi penyajiannya dengan tambahan bahan makanan tertentu. Misalnya ditambahkan ceker ayam, daging sapi, bakso, bahkan babat sapi.

3. Mie Koclok
kuliner yang satu ini khas dari kota Cirebon. Walaupun memiliki nama yang serupa dengan mie kocok dari Bandung, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Menurut cerita nama koclok itu adalah singkatan dari “mie khasnya orang Cirebon yang lebih okey”. Bisa juga karena ada suara koclok saat menuangkan mie yang baru diangkat dari rebusannya, karena mienya dikoclok /dituang ke dalam mangkok. Begitu asal usul nama mie ini. Biasanya mie koclok ini dimasak bersama potongan sayur kol, tauge, dan kuah yang terbuat dari santan kental, tepung maizena, kaldu ayam, merica dan garam. Rasa dari mie koclok ini perpaduan antara gurih dan asin, karena berasal dari santan dan kaldu ayam. Topping dari mie koclok ini adalah irisan ayam, telur rebus, dan daun bawang.

4. Mie Lethek
Mie lethek merupakan mie buatan masyarakat Srandakan, Bantul, Yogyakarta, yang berbahan dasar tepung tapioka dan gaplek serta diolah secara tradisional tanpa menggunakan pewarna makanan dan bahan kimia lainnya. Gak heran kalau warna mie lethek sama dengan warna gaplek, kuning gading dan agak kusam. Namun karena warnanya yang aneh itulah mie ini menjadi begitu melegenda. Tekstur dari mie lethek sendiri hampir sama seperti mie bihun. Mie lethek dimasak di atas tungku anglo berbahan bakar arang batok kepala, kemudian dicampur dengan beraneka bumbu seperti bawang putih, kemiri, merica, dan garam. Tak lupa sebutir telur bebek atau telur ayam kampong dan juga suwiran ayam, serta berbagai sayuran.

5. Mie Bancir
Mie bancir merupakan kuliner khas masyarakat Banjarmasin dengan bahan utama mie kuning. Sedangkan bumbu dasar yang digunakan untuk membuat kuahnya kurang lebih sama dengan bahan untuk membuat hidangan sop/soto banjar dengan ditambah saus tomat khas Banjar. Untuk penyajian, mie bancir yang original biasanya di beri topping suwiran daging ayam kampung, irisan telur itik, taburan bawang goreng, irisan daun sop/seledri dan irisan limau kuit atau jeruk nipis. Di Banjarmasin dan kota-kota lain di Kalimantan Selatan, sajian kuliner mie bancir relatif mudah didapatkan. Baik di warung kaki lima, kedai maupun di rumah makan yang memang secara khusus menyajikan olahan mie bancir dengan berbagai olahan inovatif sebagai turunannya.

Wajib dicicip, kuliner Khas Aceh, Mie Aceh

Mie Aceh

Indonesia memang negeri yang kaya akan keanekaragamannya. Terdiri dari ribuan pulau dan banyak propinsi menjadikan indonesia kaya akan sumber daya alam, tradisi dan budaya, serta tentunya cita rasa yang beragama dari berbagai daerah. Salah satu daerah di Indonesia yang yang mmemiliki kuliner lezat adalah Aceh, yang cukup terkenal dengan kulinernya mie aceh.

Mie Aceh adalah masakan mie pedas dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut seperti udang dan cumi. Pada dasarnya Mie Aceh biasa di sajikan dalan sup kari yang gurih dan pedas. Nama Mie Aceh sendiri diambil dari daerah asalnya yaitu Aceh, karena cita rasanya yang khas berbeda dengan masakan mie yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Dalam proses pembuatannya, Mie Aceh menggunakan mie yang khas dengan bentuk yang tebal dan pipih. Tidak seperti mie yang lainnya, warna Mie Aceh cenderung berwarna kuning cerah, sehingga menambah keindahan pada hidangan tersebut. Bumbu yang di gunakan adalah bumbu sejenis kari yang merupakan bumbu khas yang memberikan cita rasa khas pula dalam hidangan kuliner yang satu ini.

Dalam penyajiannya, Mie Aceh di hidangkan dalam tiga macam yaitu mie goreng, mie kuah dan mie goreng basah. Untuk daging yang di gunakan bisa di sesuaikan dengan selera kita, karena tidak akan mengurangi cita rasa dan kelezatan mie tersebut. Menu pelengkap dalam penyajian Mie Aceh biasanya bisa ditambahkan bawang goreng, kerupuk, mentimun, serta jeruk nipis. Yang menjadi keunikan dalam masakan ini adalah bahan tambahan yang digunakan yaitu daging sapi, daging kambing atau aneka hidangan laut. Pada umumnya masakan mie yang ada Indonesia banyak menggunakan daging ayam sebagai bahan tambahan dalam penyajian mie nya. Selain itu kuah yang digunakan adalah kuah sejenis kari yang kental dan gurih. Pada umumnya masakan mie di Indonesia cenderung menggunakan kuah yang bening dan lembut. Keunikan tersebut memberikan cita rasa yang khas yang ada di di dalamnya.

Dalam proses perkembangannya, Mie Aceh telah menjadi salah satu kuliner yang sangat populer di Indonesia khususnya di daerah Aceh. Sehingga masakan satu ini dapat kita temukan di warung – warung pinggir jalan yang ada di Aceh. Kuliner satu ini sangat di rekomendasikan apa bila anda berkunjung ke Aceh. Banyak yang mengatakan, kurang lengkap rasanya bila berkunjung ke Aceh tanpa mencicipi masakan khas Aceh yang satu ini.