Kepiting Soka, Kuliner Khas Kalimantan Utara yang punya tekstur yang unik

Kepiting Soka, Kuliner Khas Kalimantan Utara yang punya tekstur yang unik

Kepiting Soka

Bagi kamu pecinta makanan laut, apabila sedang berkunjung ke kota tarakan, Kalimantan Utara wajib mencoba salahs satu kuliner yang cukupp terkenal di kota itu yaiut Kepiting soka. Hidangan laut yang satu ini merupakan salah satu kuliner Kota Tarakan yang banyak digemari oleh wisatawan yang berkunjung ke sana. Kuliner ini bisa kita temukan di Kota Tarakan. Selain terkenal dengan kuliner kepiting sokanya, kota ini juga dulunya terkenal dengan kota minyak.

Letak Kota Tarakan berada dekat dengan daerah pantai, oleh karena itulah banyak kepiting yang dapat diproduksi, termasuk kepiting soka atau sering disebut kepiting lemburi. Soft Shell Crab, adalah sebutan untuk kepiting yang dikonsumsi dengan keadaan kulit yang masih lunak karena baru berganti kulit atau moulting. Untuk medapatkan kualitas yang bagus dari kepiting soka maka kita harus tahu bagaimana cara merawat atau mengembang biakkan si kepiting bercangkang lunak ini. Biasannya bibit kepiting dari alam liar dipelihara di kolam budidaya selama 21 – 25 hari hingga masuk fase ganti kulit.

Mungkin kamu penasaran dengan cita rasa dari kepiting soka ini. Untuk rasa, kamu tidak perlu meragukannya karena kuliner ini biasanya dimasak dengan bumbu asam manis yang membuat makanan ini semakin gurih dengan cita rasa asam yang menyegarkan. Kepiting merupakan hewan laut yang kaya akan gizi, makanan yang rendah lemak, sumber mineral, tinggi protein dan vitamin. Walaupun mengandung kolesterol, kandungan lemak jenuh yang terdapat di hewan ini pun sangat rendah. Kepiting juga mengandung selenium yang berperan sebagai pencegah kanker dan perusakan kromosom serta meningkatkan daya tahan terhadap infeksi bakteri dan virus.

Ayam Cincane, Kuliner khas Samarinda

Ayam Cincane, Kuliner khas Samarinda

Ayam cincane

Kuliner Khas asal kota Samarinda, Kalimantan Timur yang terkenal enak, bukan cuma nasi kuning dan nasi bekepor saja. Selain itu ada pula olahan ayam yang digemari masyarakat setempat. Namanya ayam cincane. Ayam cincane adalah ayam kampung yang diolah dengan cara dilumuri bumbu rempah-rempah lalu dibakar hingga matang. Tampilannya menarik karena berkat bumbu rempah, daging ayam jadi warna merah. Rasanya menggoyang lidah. Gurih meresap sampai daging ayam.

kuliner Ayam Cincane ini, menggunakan jenis ayam kampung. karena menurut warga Samarinda, daging ayam kampung lebih gurih dibandingkan ayam negeri. Bumbu dapur yang digunakan untuk mengolah Ayam Cincane yaitu berupa santan, asam jawa, jeruk nipis, bawang merah, cabai, kemiri, jahe, lengkuas, daun salam, serai, terasi bakar, dan kecap manis. Bumbu ditumis hingga harum dan diungkep bersama ayam dalam waktu yang cukup lama sampai daging ayam lunak.

Sebelum disajikan, ayam harus terlebih dahulu dibakar atau dipanggang di atas bara arang. Untuk menyantap Ayam Cincane, biasanya dilengkapi dengan sepiring nasi putih yang hangat dan sambal tomat. dengan rasanya yang gurih dan sedikit pedas pasti semakin nikmat. kebayangkan gimana lezatnya ayam cincane ini.

Sebagai tambahan, pada zaman dulu, olahan ayam cincane biasa disajikan sebagai hidangan utama saat upacara adat, pesta besar, dan acara penting seperti penyambutan tamu kehormatan di Samarinda.Selain itu, ayam cincane juga biasa disajikan saat ada hajat, seperti ketika ada sanak saudara yang baru melahirkan atau menikah. Namun seiring waktu, kebiasaan itu kian dilupakan. Gantinya, santapan ayam cincane bias didapat kapanpun saat merasa lapar. Keluarga di Samarinda masih gemar membuat masakan itu. Pelancong juga tak akan sulit menemukannya karena di rumah makan juga tersedia.

Kuliner Khas dari Banjarmasin, Nasi Itik Gambut yang Gurih

Kuliner Khas dari Banjarmasin, Nasi Itik Gambut yang Gurih

nasi itik gambut

Secara umum, makanan khas Kalimantan Selatan memang paling banyak berasal dari Banjarmasin. Seperti dari daerah Gambut yang menjadi daerah penyangga kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Di sana terdapat kuliner khas berupa nasi itik. Nasi itik gambut disebutnya, adalah kuliner berupa nasi putih yang dihidangkan bersama lauk itik goreng dengan bumbu habang atau bumbu merah khas Banjar.

Satu porsi itik gambut biasanya dibungkus menggunakan daun pisang. Cara penyajian yang mirip dengan masakan Sunda atau Jawa ini membuat nasi itik gambut mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Nasi itik gambut sendiri bisa ditemukan di warung-warung yang banyak berjejer di sekitaran kota Banjarmasin. Daging itik yang biasanya terkesan alot dan keras tetapi oleh pengusaha warung Nasi Itik Gambut ini mampu diolah hingga menjadi sebuah hidangan daging itik yang lembut serta memiliki cita rasa bumbu yang meresap.

Selain daging itiknya yang khas, sambal masak habang yang meresap di daging itik juga memiliki kekhasan. Bumbu habang membuat nasi itik ini menjadi terasa lebih nikmat, disebabkan perpaduan citarasa bumbu-bumbu dapur yang digunakan, seperti cabai merah kering yang sudah dihaluskan dengan bawang merah, bawang putih, jahe, gula aren, kayu manis, cengkeh dan terasi. Yang jelas bumbunya membuat aroma serta rasanya makin menggugah selera.

Bukan hanya itu, nasi yang disajikan pun bukan nasi biasa, sebab beras yang diolah merupakan beras nomor satu dari Kecamatan Gambut yang terkenal dengan kota padi ini. Beras jenis siam unus mutiara ini memiliki butiran halus yang memberi sensasi sendiri saat di lidah. Jika Kamu sedang berkunjung atau berada di kota Banjarmansin jangan dilewatkan untuk mencicipi kuliner khas kota banjarmasin ini.