Uniknya sate Lilit Bali, Beda dari Sate Biasa

Sate Lilitt Bali

Jika liburan ke pulau Dewata alias Bali tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi Sate Lilit khas Bali. Sate yang satu ini memang sudah lama dikenal sebagai makanan khas Pulau Dewata. Mereka yang mencicipi kuliner khas Bali ini, tidak sebatas pada wisatawan lokal. Para turis mancanegara juga turut penasaran dengan kuliner yang satu ini. Dari tampilan luarnya, sate lilit khas Bali memang memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan jenis sate lain. Sate ini memang menggunakan tusuk dari bahan kayu seperti halnya sate madura atau sate dari tempat lain. Hanya saja, sate ini terbuat dari bahan daging yang telah digiling.

Ada satu hal menarik tentang kuliner khas Bali ini. Bagi warga Bali, sate lilit bukan sekadar makanan yang disantap setiap hari. Keberadaannya ternyata lebih dari itu, bahkan secara khusus bagi para laki-laki Bali, sate lilit merupakan salah satu bukti kejantanan mereka. Agak unik memang, tapi itulah fakta yang ada di Pulau Dewata sejak dulu. Alasannya, karena dalam proses pembuatan sate lilit Bali, semuanya dilakukan oleh seorang laki-laki. Pemrosesan tersebut dimulai dari pemotongan hewan sampai pemanggangan. Terkadang, ketika berlangsung upacara besar, pemanggangan sate lilit bisa melibatkan sekitar 100 orang laki-laki.

Penyajian sate lilit biasa dihidangan bersama dengan sambal matah, nasi, serta sup ikan tuna. Mencicipi sate lilit khas Bali boleh jadi merupakan aktivitas wisata kuliner wajib yang bisa dilakukan selama di Pulau Bali. Namun, perlu diketahui, tidak semua sate lilit yang dihidangkan di tempat makan yang ada di Bali dibuat dengan bahan-bahan yang halal. Oleh karena itu, ketika akan menyantap makanan ini, sebaiknya pastikan terlebih dahulu kehalalannya, khususnya bagi traveler muslim. Sate lilit di Bali bisa dibuat dengan beragam macam daging. Anda bisa menjumpai sate lilit yang terbuat dari bahan daging babi, daging sapi, daging ayam, daging ikan, ataupun daging kura-kura. Selanjutnya, daging yang sudah dalam kondisi digiling akan dicampur dengan bumbu yang terdiri dari santan, parutan kelapa, bawang merah, merica, serta jeruk nipis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *